Rekomendasi Pupuk untuk Cabe di Musim Hujan Agar Berbuah Lebat dan Sehat
![]() |
| Tanaman cabe yang terlihat subur (Dok. Canva) |
Rekomendasid.com - Musim hujan sering dimanfaatkan banyak orang untuk menanam cabai karena ketersediaan air yang melimpah. Namun, kondisi yang lembap memicu munculnya penyakit tanaman. karena itu, gunakan pupuk untuk cabe di musim hujan.
Pada saat cuaca sering hujan, tanah cenderung basah dan udara menjadi lembap. Situasi ini membuat tanaman cabai lebih rentan terserang hama dan penyakit, seperti jamur, bakteri, hingga serangga.
Rekomendasi Pupuk untuk Cabe di Musim Hujan
Supaya tanaman tetap produktif, kamu perlu memperhatikan pola perawatan, mulai dari kebersihan lahan, pengendalian hama, hingga pemberian pupuk yang tepat. Berikut pupuk untuk cabe yang bagus:
1. Pupuk Kandang
Pupuk kandang berasal dari kotoran hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, atau kerbau. Pupuk ini termasuk pupuk alami yang sangat baik untuk memperbaiki kondisi tanah.
Manfaat pupuk kandang antara lain menambah unsur hara alami, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya simpan air, menyuburkan mikroorganisme tanah. Meski kandungan haranya lebih rendah dibanding pupuk kimia, pupuk kandang sangat aman.
2. NPK Mutiara 16-16-16
NPK Mutiara merupakan pupuk kimia yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium dalam jumlah seimbang. Pupuk ini sangat efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen cabai.
Manfaat NPK Mutiara untuk cabai, antara lain mempercepat pertumbuhan tanama, merangsang pembentukan bunga dan buah, memperkuat batang dan meningkatkan kualitas panen. Pupuk ini cocok digunakan sebagai pupuk susulan saat tanaman mulai berbunga dan berbuah.
3. Phonska Cair
Phonska cair merupakan pupuk anorganik yang mudah diserap oleh tanaman. Kandungan nutrisinya cukup lengkap, seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan sulfur. Keunggulan Phonska cair mudah larut dalam air dan cepat diserap akar.
Selain itu, pupuk ini dapat merangsang pertumbuhan akar dan daun dan meningkatkan hasil buah. Cara penggunaannya cukup disiramkan ke bagian akar sesuai dosis yang dianjurkan.
4. Pupuk Kompos
Pupuk kompos berasal dari bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan, seperti sisa daun, sampah dapur, dan limbah tanaman.
Ciri kompos yang baik berwarna coklat kehitaman, teksturnya halus, berbau seperti tanah, tidak menyengat. Kompos membantu menyuburkan tanah secara alami dan sangat cocok digunakan dalam jangka panjang.
5. Pupuk Cair dari Bambu Hijau
Bambu hijau juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair alami. Pupuk ini mengandung unsur mikro, ZPT (zat pengatur tumbuh), dan nutrisi penting lainnya.
Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyemprotkan langsung ke daun agar hasilnya lebih maksimal.
Penggunaan pupuk untuk cabe di musim hujan sangat penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal di tengah cuaca yang lembap. Mulai dari pupuk kandang hingga pupuk bambu hijau, semuanya bisa menjadi pilihan tepat.
